Berita - Kegiatan Sukma

Rabu, 16 Nopember 2005 10:29:11 Wib

Bantuan Kemanusiaan, Marlina Terbebas Dari Peluru

sukmaJAKARTA,Kamis, pukul 11.00 WIB di Juli 2004. Siang itu terdengan rentetan senjata sahut-menyahut. Desa Tanjung Beuridi, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, terkepung kontak senjata antara pasukan TNI dan anggota GAM. Marlina, 16, bersama ibunya, Darmawati, dan kakaknya, Sukarni tidak berani keluar rumah. Mereka tetap berada di dalam rumahnya yang berdinding kayu. Saat itu ibu dan kedua anaknya sedang berada di dapur. Letusan senjata masih terdengar garang. Hati Darmawati galau. Ia meminta pelajar SMP itu berlindung ke tempat lebih aman di rumahnya. Marlina pun melangkah menuju kamarnya.

Tiba-tiba terdengar desingan peluru menembus tembok kayu rumahnya. "Dor..!" Timah panas melesat menembus kepala Marlina. "Mak, sepertinya saya kena tembak, cepat ya Mak, tolong bawa aku ke puskesmas," jerit Marlina saat itu. Tetesan darah mengucur membasahi kepala Marlina. Bak pohon yang ditebang, tiba-tiba tubuh gadis itu ambruk. Jerit tangis pedih mengisi ruangan rumah dari kayu itu. Marlina lari keluar.


Kemudian ia menggedor-gedor pintu rumah tetangganya untuk meminta bantuan. Marlina pingsan selama lima menit. Sesaat kemudian putri keempat Darmawati itu siuman. Darah telah menutupi sebagian pakaiannya dan berceceran disekitar rumah.


Saat itu, Marlina pun dibawa ke Puskesmas Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan. Luka tembak di kepala Marlina pun segera dibersihkan perawat. Namun karena tidak ada dokter, Marlina dianjurkan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Fauziah di daerah Bireuen. Tetapi nasib sial kembali dialami. Tak ada satupun dokter di RS Fauziah. Marlina dipindahkan ke RS Kasrem Lhok Seumawe. Tetapi penderitaan Marlina belum berakhir. Pihak rumah sakit menolak karena tak ada jaminan dana. Terpaksa Sukarni bergegas ke Rumah Sakit Tjut Meutia, Bukit Rata. Barulah disana luka Marlina mendapat perawatan sebagaimana mestinya. "Jadi, hampir empat jam kita pontang-panting mencari rumah sakit bagi Marlina." Kendati telah dirawat, termasuk di RS Zainal Abidin Banda Aceh, peluruh tetap bersarang di kepala Marlina. Dengan rasa sakit yang kerap menyerang kepala, ia tetap bersekolah.


Hingga akhirnya Yayasan Sukma mengulurkan tangan. Marlina diterbangkan ke Jakarta untuk dirawat di RS Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci, Tangerang. Perkembangan terakhir, tim dokter di RS Siloam Gleneagles berhasil mengeluarkan peluru yang telah setahun lebih bersarang di otak kiri Marlina itu. "Operasi berlangsung sukses. Kita berhasi mengeluarkan benda asing sepanjang kira-kira dua sentimeter dari dalam batok kepala si pasien," ujar ketua tim dokter, dr Eka Julianta W.


Komentar tidak detumakan untuk artikel ini..!

Site Sekolah

Rekening Donation

Bank Mandiri Cabang Plaza Mandiri No.Rekening: 070-00-1555555-5 (Rupiah) Jl.Gatot Subroto Kav.36-38, Jakarta Selatan 12150

Bank Central Asia (BCA) Cabang Kedoya Baru No.Rekening: 309-301-7974 (Rupiah)

Flash Info Terkini

Youtube Movie

Partner : borneo news kick andy kick andy kick andy kick andy