Berita - Kegiatan Sukma

Selasa, 02 Agustus 2005 09:34:53 Wib

Yayasan Sukma Bantu Operasi Otak

sukmaJAKARTA (Media 02/08/05): Ikram Maulana, 11, warga Aceh korban tsunami, kemarin, menjalani operasi pengangkatan tumor otak di RS Siloam Gleneagles, Tangerang. Operasi yang memakan biaya lebih dari Rp. 50 juta itu terlaksana berkat bantuan dana dari Yayasan Sukma bekerja sama dengan Yayasan Otak Indonesia.

Dr Eka J Wahjoe Pramono Spbs, ketua tim dokter yang memimpin operasi menyatakan tumor yang bersarang di otak Ikram besarnya telah mencapai sebesar telur bebek.


Tumor yang berupa pita cair itu didiagnosis sebagai kanker jinak. Namun, volumenya yang sangat besar telah menimbulkan rasa sakit yang sangat menyiksa bagi Ikram.


"Setelah mendiagnosis penyakit Ikram, kami sampai pada kesimpulan bahwa operasi adalah jalan terbaik. Syukurlah inisiatif kami mengajak kerja sama Yayasan Sukma ditanggapi positif sehingga Ikram bisa cepat tertolong." kata Eka, ketika ditemui Media di ruang intensive care unit (ICU) tempat Ikram dirawat.


operasi yang dijalani Ikram berjalan selama empat jam, Eka didampingi oleh satu orang rekannya bersama spesialis bedah saraf dan dokter anestesi. Kista yang diangkat dari kepala Ikram selanjutnya akan diperiksa untuk memastikan kemungkinan tumor itu menjadi ganas.


Kendati begitu, Eka memperkirakan tumor yang diderita Ikram bukan kanker ganas sehingga segera setelah luka bekas operasinya sembuh, Ikram dapat hidup normal layaknya anak seusianya.


Ikram yang kini tengah berada dalam kondisi stabil menyatakan, sangat berterima kasih pada semua pihak yang membantunya. Anak laki-laki yang yang kehilangan ayah dan satu kakak akibat bencana tsunami Desember lalu itu mengaku tak sabar untuk kembali ke Aceh dan bersekolah.


"Kepalaku sakit sekali, tetapi aku senang bisa sembuh kembali. Kalau sudah tidak sakit lagi aku mau dibelikan mainan dan sekolah bertemu teman-teman," kata Ikram yang bersama ibu dan saudaranya bergantung pada uang pensiun almarhum ayahnya.


Syukriah, ibu Ikram, yang mengaku kini belum memiliki tempat tinggal tetap di Aceh, menyatakan tidak menyangka anaknya mendapat penanganan cepat. Padahal, ketika pergi ke Jakarta minggu yang lalu, ia belum dapat membayangkan dari mana akan mendapatkan biaya untuk penyembuhan penyakit anaknya.


"Dulunya Ikram sering mengeluh pusing sampai akhirnya menjerit-jerit karena tak kuat menahan sakit. Sekarang Ikram sudah sehat, saya sangat berterima kasih pada bantuan dan doa semua pihak," ujarnya Syukriah.


Terkait dengan tingginya revalensi penyakit otak di kalangan menengah bawah, Eka mengatakan Yayasan Otak Indonesia siap membantu penyembuhannya. Namun, status sosial ekonomi pasien terlebih dahulu akan ditinjau untuk memastikan mereka memang berhak menerima bantuan.


Guna mengatasi kebutuhan dana, Yayasan Otak Indonesia menjalin kerja sama dengan lembaga nirlaba lainnya, termasuk Yayasan Sukma.


Komentar tidak detumakan untuk artikel ini..!

Site Sekolah

Rekening Donation

Bank Mandiri Cabang Plaza Mandiri No.Rekening: 070-00-1555555-5 (Rupiah) Jl.Gatot Subroto Kav.36-38, Jakarta Selatan 12150

Bank Central Asia (BCA) Cabang Kedoya Baru No.Rekening: 309-301-7974 (Rupiah)

Flash Info Terkini

Youtube Movie

Partner : borneo news kick andy kick andy kick andy kick andy