Berita - Kegiatan Sukma

Minggu, 17 Juli 2005 11:08:19 Wib

Percaya Diri Mereka Harus Ditumbuhkan

sukmaJAKARTA,Salehati, 10, lebih banyak berdiam diri. Hanya sesekali ia mengucapkan kata \'ayah\'. Tubuhnya yang kurus seperti menempel ditubuh ayahnya, Iskandar, 35. Tangannya terus melingkar di leher laki-laki Banda itu.

Tak seperti biasa, Salehati yang murah senyum, pagi itu bibirnya terus memberengut. Hanya bola matanya yang bergerak-gerak mengikuti bayangan gedung dan rumah yang dilalui mobil yang membawanya.

Senyum baru mengembang dibibir Salehati ketika mobil memasuki kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Apalagi, ketika mobil berhenti di depat pintu masuk Sea World. Seperti bocah cilik lain, dia langsung berteriak kegirangan. Tangannya terus menarik-narik sang ayah, tak sabar untuk segera masuk. Dan takjub langsung terbaca di wajahnya, begitu dia melihat akuarium raksasa dengan ratusan ikan laut warna-warni di dalamnya. "Ayah, lihat itu ikan bandeng," katanya sambil menunjuk-nunjuk ikan bandeng yang berenang di dalam akuarium. Keceriaan terus menghias wajahnya sampai waktu mengharuskan dia kembali. Bukan ke rumah, tetapi ke asrama RS Jantung Harapan Kita, Slipi, Jakarta Bara.

Salehati, gadis cilik kelas 3 SD itu, memang sudah sebulan ini menjadi penghuni kamar 516 Asrama RS Jantung Harapan Kita. Putri sulung pasangan pengungsi asal Banda Aceh, Iskandar-Mariana, divonis menderita penyakit jantung bawaan. Harapannya, setiba di Jakarta melalui donasi Yayasan Sukma, bisa dilakukan operasi jantung terhadap Salehati. Sayang, dokter memvonis lain. Dari hasil pemeriksaan, Salehati dinyatakan tidak dapat menjalani operasi. Sebab, seperti diutarakan Dokter RS Harapan Kita, dr Anna Ulfah Rahayoe SpJP, Salehati menderita jantung bawaan kompleks. Bilik jantungnya memiliki aliran darah berlebihan. Pembuluh darah dan parunya juga bermasalah. "Jadi, Salehati tidak bisa dioperasi. Jika dipaksakan operasi, akan beresiko kepada kematian," katanya. Mendengar penjelasan dokter, Iskandar mengaku pasrah. Tetapi ayah dari tiga anak mengaku tidak menyesal kendati penantiannya lebih dari sebulan tak membuahkan hasil. "Saya telah berusaha keras. Saya hanya bisa berpasrah diri kepada Allah," kata laki-laki itu.

RAWAN DIMANFAATKAN

Kisah Salehati hanya merupakan satu dari sejuta kisah anak-anak Indonesia, khususnya yang berasal dari Serambi Mekah. Masih banyak kisah lain tentang anak-anak di sana, yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian bangsanya. Seperti kisah Windi, gadis berusia tiga tahun, yang menempati kamar empat poliklinik Tumbuh Kembang RSCM. Gadis itu sudah 20 hari menjadi penghuni RSCM. Sejak 28 Septermber lalu, Windi bersama ayahnya datang dari Aceh ke Jakarta untuk mengobati tumor ganas yang tumbuh pada matanya. Tumor itu bermula dari bercak mirip memar biru pada kelopak mata, yang diikuti dengan tonjolan daging yang tumbuh cepat, menutupi seluruh mata dan mamicu pembengkakan kepala. Saat ini, dikhawatirkan tumor telah meluas ke mata kanan, bahkan otak dan sumsum tulang belakangnya.

Menurut ayahnya, Ridwan, 32, yang sebelum terjadinya bencana alam tsunami berprofesi sebagai nelayan, hanya butuh empat bulan setelah tanda memar itu muncul, tumor menyebar. Saat ini mereka tengan menunggu operasi. "Tetapi, belum ada kepastian waktunya."

Soal anak-anak itu, sosiolog Imam B. Prasodjo mengatakan pemerintah harus memberikan perhatian segera. Sebab, korban konflik dan tsunami di Aceh berpotensi dimanfaatkan berbagai pihak. Bahkan, mereka yang mengalami kelainan, bisa berdampak pada anak lain yang melihat penderitaan teman sebayanya. "Pengungsi tersebut jangan terlalu lama tinggal disana. Bisa berdampak kurang baik terhadap mental mereka." Dia juga mengkritik tentang pembangunan yang dilakukan di Aceh pasca tsunami yang lebih fokus kepada fisik belaka. Pemerintah kurang memerhatikan mental masyarakat. Untuk itu semua pihak perlu memikirkan pembangunan mental masyarakat Aceh. "Kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai orang Aceh harus ditumbuhkan."


Komentar tidak detumakan untuk artikel ini..!

Site Sekolah

Rekening Donation

Bank Mandiri Cabang Plaza Mandiri No.Rekening: 070-00-1555555-5 (Rupiah) Jl.Gatot Subroto Kav.36-38, Jakarta Selatan 12150

Bank Central Asia (BCA) Cabang Kedoya Baru No.Rekening: 309-301-7974 (Rupiah)

Flash Info Terkini

Youtube Movie

Partner : borneo news kick andy kick andy kick andy kick andy